# SELAMAT DATANG DI WEBSITE KARIMUN TOURISM. PUSAT INFORMASI PARIWISATA KABUPATEN KARIMUN!

BERITA & ARTIKEL

BERITA & ARTIKEL (21)

Friday, 02 January 2015 08:08

TAHUN KUNJUNGAN WISATA 2015

Written by

KARIMUN - Memasuki tahun 2015, Pemerintah Kabupaten Karimun menargetkan untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanagera yang berkunjung ke Kabupaten Karimun.

 

Kepala Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Kabupaten Karimun Suryaminsyah mangatakan untuk tahun ini Pemkab menargetkan sebanyak 150 ribu orang. "Target tersebut tidaklah muluk-muluk, mengingat Karimun sangat berdekatan dengan Malaysia dan Singapura. Selama ini, kami selalu mengandalkan turis dari dua negeri jiran tersebut," jelasnya saat penyambutan tamu pertama yang berkunjung di Kabupaten Karimun di pelabuhan internasional Tanjung Balai Karimun Kamis (1/1).

 

Lebih lanjut pria yang akrab disapa Wakmin ini menyatak kunjungan wisman ke Karimun menurun sempat menurun hingga 3 persen selama tahun 2014. Ia menyatakan hal ini disebabkan selama 2014 itu, Karimun banyak menyelenggarakan banyak event. "Tahun ini kan seperti MTQ Provinsi, Porprov dan even lainnya, sehingga kunjungan lebih didominasi oleh wisatawan lokal." tambahnya.

 

"Sebelum berkunjung ke Karimun, para turis mancanegara itu, terlebih dahulu menghubungi agen travel. Berdasarkan informasi dari pihak agen travel, mereka mengetahui kalau hampir semua kamar hotel di Karimun penuh diisi oleh tamu yang menyaksikan berbagai iven di Karimun, sehingga mereka batal berkunjung," papar beliau. (Harja)

Oleh Harja Sapoetra | terkininews.com

Monday, 05 January 2015 08:08

APRESIASI BUDAYA 2015

Written by

Karimun (Antara Kepri) - Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan, dan Negeri Terengganu, Malaysia, bekerja sama  melestarikan kesenian dan budaya Melayu sebagai wahana mempererat hubungan serumpun.

"Jalinan kerja sama itu diwujudkan dalam kegiatan kunjungan muhibah dan saling tukar menukar informasi," kata Bupati Karimun Nurdin Basirun di Tanjung Balai Karimun, Sabtu.

Wujud dari kerja sama itu, kata dia, delegasi Negeri Terengganu memenuhi undangan Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Karimun untuk menampilkan kebolehannya dalam acara apresiasi seni dan budaya yang digelar di Tanjung Balai Karimun, Jumat (2/1) malam.

"Kedatangan delegasi Terengganu merupakan kunjungan balasan setelah delegasi kita juga berkunjung ke sana beberapa waktu lalu," katanya.

Nurdin mengatakan, kerja sama kesenian dan budaya Melayu yang dijalin dengan Negeri Terengganu juga menjadi ajang untuk melestarikan budaya daerah sehingga tidak pudar ditelan zaman.

"Pengaruh budaya asing terhadap generasi muda dapat mengancam kebudayaan Melayu yang menjadi bagian dari khazanah kebudayaan bangsa. Kita bisa lihat anak-anak muda mulai melupakan budaya yang diwariskan para leluhurnya," katanya.

Selain melestarikan budaya Melayu, kerja sama dengan Negeri Terengganu juga menjadi ajang bagi Pemkab Karimun untuk mempromosikan pariwisata daerah kepada wisatawan mancanegara, khususnya dari Malaysia.

"Dengan kunjungan mereka itu, tentu berdampak positif terhadap sektor pariwisata," katanya.

Ketua Delegasi Pengarah Seni dan Budaya Negeri Terengganu Jefri Husen mengatakan, kehadiran dirinya bersama rombongan di Tanjung Balai Karimun adalah wujud dua daerah bertetangga yang masih satu rumpun, yaitu rumpun Melayu.

"Kami berkunjung untuk mempererat tali silaturahim sesama negeri serumpun. Dan tentunya juga untuk melestasikan budaya Melayu yang menjadi perekat persaudaraan antara Indonesia dan Malaysia. Kami tidak ingin budaya Melayu tidak lagi diminati para remaja akibat pengaruh modernisasi," ucapnya.

Jefri Husen juga mengatakan, kunjungan muhibah delegasinya itu juga menjadi ajang untuk menimba ilmu, khususnya mengenal lebih jauh kesenian dan budaya Melayu yang berkembang di Karimun.

"Kami saling bertukar informasi dalam mengembangkan kesenian Melayu," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Disparsenibud Karimun Syuryaminsyah mengatakan, malam apresiasi seni dan budaya yang digelar bersama delegasi Negeri Terengganu menampilkan tarian Melayu yang dipadu dengan tarian modern atau kontemporer.

Ia mengatakan, perpaduan tarian Melayu dengan tarian modern memperkaya kesenian daerah. Meski demikian, makna atau cerita yang tersirat dalam tarian tersebut tetap memiliki nilai sejarah pada zaman kerajaan Melayu tempo dulu.

"Kami senang kedua delegasi tampil habis-habisan, dan lebih bahagianya penari, pemain musik dan penyanyi yang tampil kebanyakannya anak-anak muda," ucapnya.

Kerja sama yang dijalin dengan Malaysia, khususnya bidang kesenian dan budaya Melayu, menurut dia sudah sejak lama terjalin dengan baik.

"Kerja sama ini menjadi momentum bagi kami untuk mempromosikan pariwisata daerah," tambah Syuryaminsyah. (Antara)

Editor: Jo Seng Bie

Monday, 23 February 2015 08:08

LOMBA POP SINGER 2015

Written by

KARIMUN - Babak final lomba pop singer tahun 2015 yang dilaksanakan Dinas Pariwisata Seni dan Budaya (Disparsenibud) Kabupaten Karimun berlangsung meriah. Event dilaksanakan di halaman panggung rumah dinas Bupati Karimun Sabtu (21/2) malam.

 

Kepala Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Kabupaten Karimun, Suryaminsyah mengatakan lomba pop singer tahun ini diikuti sebanyak 75 orang peserta. Seluruh peserta sudah mengikuti babak semi final di Gedung Balai Adat Melayu seminggu yang lalu. "Setelah seleksi, hanya 25 orang peserta yang masuk final, dengan rincian 10 laki-laki dan 15 perempuan." ujar pria yang akrab disapa Wak Min ini.

 

25 orang peserta tersebut kemudian bertanding dan dinilai oleh dewan juri yaitu Bambang Suwastyo (Tanjungpinang), Robert Pasaribu (Kota Batam), dan Syarifah Kazniwati dari Kabupaten Karimun. Wak Min mengatakan, tujuan dilaksanakan lomba pop singer sebagai ajang seni musik dalam tarik suara, untuk mencari bibit-bibit penyanyi baru yang berpotensi dikalangan remaja. "Lomba ini untuk membangkitkan dan mengembangkan kembali bakat-bakat seni tarik suara, serta memperluas wawasan khususnya dibidang musik pop," ucapnya.

 

Adapun yang menjuarai lomba pop singer ini adalah Sofia sebagai juara I yang berhak menerima uang pembinaan Rp 5 juta, juara II Ade Setiawan memperoleh Rp 4 juta, juara III Reka Gustiani Edon memperoleh Rp 3 juta. Sementara itu juara harapan I diraih Agustiara yang memperoleh Rp 2,5 juta, juara harapan II diraih Nurika yang memperoleh Rp 2 juta, dan juara harapan III diraih Megawati yang mendapatkan Rp 1 juta.

 

"Para juara akan bina dulu untuk teknik vokal artikulisi dan menguasi lagu-lagu di Disparsenibud Kabupaten Karimun. Juara I, II dan II akan dikirim pada lomba serupa ketingkat Provinsi Kepri. Dijadwalkan pada November mendatang." tandasnya.

 

Oleh Harja Sapoetra | terkininews.com

Wednesday, 23 October 2013 14:40

LOMBA CIPTA LAGU MELAYU KAB. KARIMUN 2013

Written by

BATAMTODAY.COM, Karimun - Dinas Pariwisata Seni dan Budaya (Disparsenibud) Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri melaksanakan Lomba Cipta Lagu Melayu tahun 2013, Selasa (22/10/2013) malam.

Acara yang digelar selama satu malam dan menghabiskan dana APBD lebih dari Rp50 juta itu, bertujuan untuk melestarikan seni dan budaya Melayu sehingga menjadi ikon di bumi berazam Kabupaten Karimun. Di samping itu untuk mengembangkan bakat para seniman maupun budawayan Melayu yang ada di Kabupaten Karimun.

Plh Kadisparsenibud Kabupaten Karimun, Zamri kepada BATAMTODAY.COM, Rabu (23/10/2013)  mengatakan, peserta yang mengikuti lomba cipta lagu melayu tahun ini sebanyak 8 orang. Masing masing membawakan 1 sampai 2 buah lagu.

"Masing-masing peserta boleh membawakan lagu yang bernuansa Melayu ciptaan orang lain. Tetapi, arransemennya harus original, versi dari peserta sendiri," terang Zamri di panggung rakyat, halaman rumah Dinas Bupati Karimun.

Lebih jauh dikatakan, dewan juri atau tim penilai dalam lomba ini berjumlah 4 orang terdiri. Diantaranya Suardi, dari Tanjungpinang dan Hamdi Atan, Masnur serta Sa'at yang keseluruhannya berasal dari Kabupaten Karimun.

Bagi perserta yang memenangkan lomba katanya lagi, akan menerima uang pembinaan sebesar Rp7,5 juta bagi juara I. Kemudian Rp5 juta bagi juara II dan Rp4 juta bagi juara III. Sementara untuk juara harapan I diberikan uang pembinaan sebesar Rp2,5 juta. Juara harapan II Rp2 juta dan juara harapan III Rp1,5 juta.

"Selain menerima uang pembinaan, pemenang juga menerima piala dan piagam," ujar Zamri.

Di tempat terpisah, staf ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Drs. Anwar Ujang, M.Si mengatakan, daerah ini berdekatan dengan 2 negara tetangga yakni Malaysia dan Sinagapura. Maka harus dikembangkan dan dilestarikan seni budaya Melayu yang ada di daerah ini.

Dirinya berharap agar peserta dapat berpartisipasi penuh mengikuti lomba. Sehingga nantinya bisa diperuntukkan dalam membina group serta sanggar-sanggar dalam persiapan mengikuti even serupa di tingkat nasional maupun internasional.

Setelah mengikuti perlombaan, ujar Zamri lagi, terpilih sebagai juara I adalah M Yasin MR dengan judul lagu, Zapin Putri Kemuning. Kemudian juara II  Hasan Basri dengan lagu, Karim dan Maimun dan juara III ditempati  Hafidz dengan lagu, Zapin Budak Karimun.

"Juara harapan I Nahar dengan  judul lagu, Zapin Warisan Karimun. Juara harapan II Wahyudi Firdiansyah dengan lagu, Sekali Kurenang Surut Kupantang, dan harapan III Sandri dengan lagu, Joget Anak Balai," ulasnya mengakhiri. 

KARIMUN (HK)- Dangkong Dance Festival Karimun X 2013 yang diselenggarakan di Panggung Rakyat Puteri Kemuning, Coastal Area, Sabtu (20/10) malam berlangsung sangat meriah. Festival tahunan ini telah menjadi perekat silaturahmi tiga negara, yakni Singapura, Johor dan Indonesia atau Sijori. 
Malam itu, Coastal Area jadi lautan manusia. Atraksi lampu, teriakan penari dan penonton nan membahana semakin menambah semaraknya festival. 

Dangkong Dance Festival Karimun X 2013, tidak hanya diikuti para penari lokal dari Provinsi Kepri, melainkan juga penari berbakat dari Malaysia dan Singapura.

Grup tari dari negara tetangga yang ambil bagian, yaitu Politeknik Ongku Umar, Semua Dance Theater dan Majelis Kebudayaan Jelebu yang berasal dari Malaysia. Kemudian grup tari Nadi, Majelis Pusat Kirana Seni, Teater Tari Na'aim Pani dan Era Dance Theatre yang berasal dari Singapura. Hebohnya, festival ini juga diikuti penari dari Jakarta seperti Batavia Dance Studio, serta grup tari lokal dari Kepri dan Riau.

Pelaksana Harian Kepala Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Kabupaten Karimun Zamri mengatakan, selain menjadi iven tahunan, Dangkong Dance Festival Karimun juga merupakan ajang untuk menjalin silaturahim sesama insan seni, baik dari dalam negeri maupun manca negara.

"Dangkong Dance Festival inu juga bertujuan untuk menggali, mengembangkan dan melestarikan nilai-nilai seni budaya Melayu, khususnya yang ada di Kabupaten Karimun sebagaia aset budaya bangsa. Kegiatan ini juga untuk memeriahkan HUT Kabupaten Karimun ke-14 yang diperingati setiap tanggal 12 Oktober," jelas Zamri.

Sekretaris Daerah Karimun TS Arif Fadillah menambahkan, kehadiran peserta dari negara tetangga Malaysia dan Singapura membuktikan kalau kegiatan Dangkong Dance Festival X tahun 2013 yang ditaja Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Karimun mendapat tempat di hati masyarakat Karimun.

"Dangkong Dance Festival X tahun 2013 kali ini merupakan yang kesepuluh kalinya dilaksanakan Pemkab Karimun, setiap tahun jumlah pesertanya terus bertambah, bahkan ada sejumlah peserta yang berasal dari Jakarta, Malaysia dan Singapura. Kami ingin, kegiatan ini akan tetap melestarikan budaya seni Melayu," ungkap Arif.  

Dangkong Dance Festival X tahun 2013 menjadi perhatian masyarakat Karimun. Tidak tanggung-tanggung, ribuan masyarakat yang tinggal di Pulau Karimun bahkan dari pulau-pulau sekitar datang menghadiri perhelatan akbar tersebut. Mereka nampak memadati halaman depan panggung rakyat, bahkan hingga ke pinggir laut.

"Dulu kegiatan ini kan dilaksanakan di halaman depan kediaman Bupati Karimun, sekarang dipindahkan ke panggung rakyat. Dari sekian lama diselenggarakannya festival dangkong di Karimun, baru kali ini saya rasakan ada nuansa berbeda. Kami merasa sangat terhibur dengan adanya kegiatan ini, apalagi pesertanya bahkan ada yang berasal dari Jakarta, Malaysia dan Singapura," ujar Badri, salah seorang warga Karimun. (ham)

Monday, 09 September 2013 04:39

PEMILIHAN DUTA WISATA 2013

Written by

KARIMUN (karimuntoday.com) - Dinas Pariwisata Seni dan Budaya (Disparsenibud) Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri ditahun 2013 ini sudah menemukan Duta Wisata baru yang akan mengemban tugas mempromosikan pariwisata dan budaya daerah bumi berazam ini.

Dari 50 peserta putra maupun putri berusia 15 sampai 25 tahun berasal dari tingkat SMA maupun Umum se Kabupaten Karimun mengiktui ajang bergengsi tersebut di Hotel Aston Tanjung Balai Karimun, Jum'at (6/9/2013) kemarin.

Setelah mengikuti tes tertulis untuk menguji kemampuan serta pengetahuan di bidang kepariwisataan sebagai tahapan kedua audisi, akhirnya sebanyak 20 orang peserta dengan rincian 10 putra dan 10 putri yang masuk ke semi final untuk mengikuti tes kemampuan berjalan di atas catwalk.

Semi final 20 orang peserta itu disejalankan dengan babak final bertempat di pendopo halaman rumah dinas Bupati Karimun, DR. H. Nurdin Basirun, Sabtu (7/9/2013) sekitar pukul 08.30 WIB.

Kepala Dinas Pariwisata seni dan Budaya (Disparsenibud) Kab Karimun, Drs. Suryaminsyah mengatakan, kegiatan Duta wasita seperti ini dilaksanakan 2 tahun sekali. Untuk peserta Duta Wisata tahun 2013 selain persyaratannya berusia 15-25 tahun, tinggi badan juga ditentukan dari panitia yakni, peserta 160 cm sedangkan putra 170 cm," ungkapnya saat ditemui karimuntoday.com dimalam
               
Dijelaskan Wak Min panggilan akrabnya, selain terpilih menjadi Duta Wisata 2013, masing-masing pemenag (putra dan putri) juga mendapatkan uang pembinaan yakni, juara I Rp 2 juta, juara II Rp 1,7 juta, juara III Rp 1,5 juta. Juara harapan I putra/i Rp 1,3 juta, harapan II Rp 1 jura, sedangkan juara harapan III Rp 750 ribu.

Lanjutnya lagi, selain juara-juara seperti diatas, juga ada penilaian untuk kategori juara pavorit menerima Rp 500 ribu, serta kategori lainnya seperti, juara intelegensi, berbekat dan kepribadian/persahabat yang akan menerima piagam  penghargaan sebagai motivasi.

"Diharapkan peserta yang belum meraih juara jangan berputus asa. Diajang yang sama berikutnya kembali mengikutinya," pesan Wak Min.

Sambutan Bupati Karimun, DR. H. Nurdin Basirun dalam hal ini diwakilkan Asisten III bidang Administrasi dan Pemerintahan Pemkab Karimun, DR. Syamsuardi mengatakan, hasil dari penilaian dewan juri akan menjadi acuan bagi pemerintah setempat. Sebab, daerah ini akan menghadapi 3 even besar yakni, sebagai tuan rumah MTQ Provinsi Kepri, tuan rumah Porprov Kepri dan MTQ tingkat Nasional di Kota Batam tahun 2014 nanti.

"Kepada peserta yang meraih juara dapat memberikan kontribusi bagi dunia kepariwisataan dan yang lainnya di bumi berazam ini ," tegas Syamsuardi.

Usai pelaksanaan babak final, dari hasil penilaian dewan juri sebagai penguji, akhir Disparsenibud Karimun menetapkan juara-juara Duta Wisata Kabupaten Karimun tahun 2013 yakni, juara I putra (Muh. Fikri) dari pelajara SMAN 3 Binaan, untuk juara I putri (Dinda) SMK Vidya Sasana, juara II putra (Ezhaldo Tesaya. P), putri (Nurfadin), juara III putra (Wira Dinata), putri (Nada Dhilaalhaque).

Disamping itu, juara harapan I putra (Ade Setiawan), putri (Lista Ceri Syaqiliana), harapan II putra (Azis Efendi Lubis), putri (Aulia Ramadhani) dan juara harapan III putra (Sukman Bahari) sedangkan putri (Nurika Veramusari).

Babak final sekaligus penyerahan hadiah kepada peserta yang meraih juara dalam pemilihan Duta Wisata Kabupaten Karimun tahun ini juga dihadiri beberapa unsur FKPD, SKPD Karimun, keluarga dari finalis serta tamu undangan lainnya. (nov.k)

Page 1 of 3
. Copyright © 2013. karimuntourism.com